Pemerintah berambisi mencapai angka pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 dengan mengandalkan hilirisasi industri sebagai strategi utama.
Pemerintah berambisi mencapai angka pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 dengan mengandalkan hilirisasi industri sebagai strategi utama. Namun, langkah ini menghadirkan tantangan besar yang dapat membebani perekonomian, terutama terkait investasi, teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta infrastruktur pendukung.
Menurut Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Heldy Satrya Putera, hilirisasi menawarkan nilai tambah pada produk domestik dan mampu menarik investasi asing. Tetapi, ketergantungan Indonesia pada teknologi luar negeri dan sumber daya manusia (SDM) yang belum siap menjadi hambatan signifikan.
“Masalah utama kita adalah ketertinggalan teknologi, meski sumber daya alam melimpah. Untuk mengejar ketertinggalan, kita memerlukan investasi asing besar-besaran, termasuk dalam bentuk pelatihan tenaga kerja lokal,” ujar Heldy, Jumat (20/12).
Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, pemerintah menargetkan investasi yang sangat besar.
|
Sumber: Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal