Ketua Generasi Muda GRIB Jaya Herdinand Hercules Rozario Marshal buka-bukaan soal pungli di kalangan ormas dan friksi antara ormas.
Polemik mengenai eksistensi organisasi masyarakat (ormas) terus bergulir liar. Terbaru, advisor Defense Diplomacy Strategic Forum, Mayjen TNI (Purn) Rodon Pedrason mengkritik keberadaan ormas yang menggunakan atribut militer.
"Kalau saya secara personal berpikir, orang-orang seperti ormas kita tumpas saja. Enggak boleh berpakaian militer," kata Rodon dalam rapat dengar pendapat dengan para pakar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, awal Maret lalu.
Menurut Rodon, ada ormas yang suka bergaya layaknya militer, tetapi mengkritik penambahan pos sipil bagi personel TNI sebagaimana tercantum dalam revisi UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Namun, ia tak merinci identitas ormas tersebut.
Pernyataan Rodon itu direspons keras Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Hercules Rosalio Marshal. Menurut Hercules, Rodon salah sasaran. Ormas-ormas, kata dia, beranggotakan rakyat biasa yang sebagian bahkan punya profesi terhormat, semisal para ulama dan kiai.
"Tumpaslah OPM (Organisasi Papua Merdeka). Dari pada (personel) TNI- Polri kita di sana (Papua) dibunuh. Kalau dibalas, bilangnya pelanggaran HAM," ujar Hercules kepada wartawan di Hotel Akasia, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (21/3) lalu.