Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan guna mengurai kepadatan pada puncak arus mudik.
Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan guna mengurai kepadatan pada puncak arus mudik. Salah satunya adalah imbauan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mudik lebih awal dengan skema work from anywhere (WFA) atau kerja tidak dari kantor. Langkah ini diharapkan juga dapat diikuti oleh sektor swasta.
“Hasilnya cukup efektif, karena sejak 24 Maret sudah terlihat lonjakan pemudik signifikan. Dengan begitu, diharapkan puncak mudik pada 29 Maret nanti tidak terlalu padat,” ujar Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, dalam keterangan, dikutip Kamis (27/3).
Selain itu, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat hingga 14% selama 15 hari, mulai 24 Maret hingga 7 April 2025. Insentif ini ditopang oleh subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6% agar tidak memberatkan maskapai penerbangan.
Kemudian, diskon tarif tol diberlakukan untuk arus mudik dan arus balik. Potongan berlaku pada 24 Maret hingga 28 Maret 2025, sementara diskon arus balik berlaku sepanjang 4 April hingga 28 April 2025, memberikan keuntungan bagi pemudik yang memilih perjalanan di luar puncak arus.
Sinergi pemerintah