Peristiwa

Pemerintahan Trump memecat 2.000 pekerja USAID

Baik USAID maupun Departemen Luar Negeri belum memberikan komentar terkait kebijakan ini.

Senin, 24 Februari 2025 14:09

Pemerintahan Donald Trump mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan menonaktifkan hampir seluruh staf Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) di seluruh dunia, kecuali sebagian kecil yang dianggap penting. Selain itu, sekitar 2.000 posisi staf yang berbasis di AS juga akan dihapus.

Langkah ini merupakan salah satu upaya terbesar Trump dan pendukungnya, termasuk Elon Musk, untuk memangkas badan bantuan dan pembangunan yang telah berusia lebih dari enam dekade. Kebijakan ini sejalan dengan agenda mereka untuk mengecilkan ukuran pemerintahan federal.

Kebijakan ini diambil setelah seorang hakim federal pada Jumat lalu mengizinkan pemerintah melanjutkan rencana pemutusan kerja ribuan staf USAID, baik di AS maupun di luar negeri. Hakim Distrik AS Carl Nichols menolak gugatan para karyawan yang berusaha memblokir kebijakan tersebut.

Dalam pemberitahuan resmi kepada staf USAID yang diperoleh Associated Press, disebutkan bahwa pada Minggu, 23 Februari 2025, pukul 11:59 malam EST, seluruh pegawai USAID yang direkrut langsung, kecuali mereka yang menjalankan fungsi kritis atau program tertentu, akan ditempatkan dalam status cuti administratif secara global.

Selain itu, USAID juga akan memangkas sekitar 2.000 staf berbasis di AS, yang berarti banyak pegawai yang saat ini dalam status cuti akan kehilangan pekerjaannya secara permanen.

Fitra Iskandar Reporter
Fitra Iskandar Editor

Tag Terkait

Berita Terkait