close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Dua politikus Partai Demokrat AS/Joe Biden dan Obama/Pixabay
icon caption
Dua politikus Partai Demokrat AS/Joe Biden dan Obama/Pixabay
Dunia
Jumat, 15 Januari 2021 20:00

Gladi resik pelantikan Biden ditunda

FBI sedang mencari individu yang berpotensi mengancam keselamatan Biden.
swipe

Gladi resik acara pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, yang dijadwalkan pada Minggu (17/1) ditunda karena masalah keamanan. Kabar tersebut pertama kali dilaporkan media AS, Politico, pada Kamis (14/1) malam waktu setempat, mengutip dua orang yang mengetahui keputusan tersebut.

Menurut laporan itu, gladi resik Biden digeser pada Senin (18/1). Sedangkan pelantikannya digelar pada 20 Januari. Namun, panitia pelantikan presiden menolak mengomentari laporan tersebut.

Tim Biden juga telah membatalkan perjalanan menggunakan kereta Amtrak dari Wilmington ke Washington yang direncanakan pada Senin karena alasan keamanan.

Direktur Biro Investigasi Federal Christopher Wray mengatakan, sebelumnya FBI sedang mencari individu yang mungkin dapat mengancam jalannya pelantikan.

Umumnya, pelantikan Presiden AS menarik ratusan ribu pengunjung ke Washington, namun kali ini dikurangi drastis karena pandemik Covid-19.

Biden meminta calon wakil jaksa agung dan mantan penasihat kontraterorisme dari masa pemerintahan Barack Obama, Lisa Monaco, untuk melayani sebagai penasihat keamanan dalam negeri sementara jelang pelantikan minggu depan.

Para pejabat juga telah memperingatkan tentang rencana protes bersenjata di Washington dan 50 negara bagian. Kelompok aktivis juga khawatir tentang potensi kekerasan yang dapat terjadi.

Peringatan itu menyusul serangan minggu lalu di Gedung Kongres AS oleh pendukung Presiden Donald Trump yang menewaskan lima orang. Pendukung Trump menyerbu Capitol Rabu lalu, mencoba menghentikan sertifikasi kemenangan Biden.

Trump, yang telah menantang validitas kemenangan Biden tanpa memberikan bukti, awalnya memuji para pendukungnya tetapi kemudian mengutuk kekerasan tersebut. (Reuters)

img
Valerie Dante
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan