close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Satgas Operasi Tinombala saat patroli bersenjata di Posko Sektor II Tokorondo, Kabupaten Poso, Sulteng, Selasa (16/8/2016)/Foto Antara/Muhammad Adimaja.
icon caption
Satgas Operasi Tinombala saat patroli bersenjata di Posko Sektor II Tokorondo, Kabupaten Poso, Sulteng, Selasa (16/8/2016)/Foto Antara/Muhammad Adimaja.
Nasional
Senin, 03 Mei 2021 19:36

Enam kelompok KKB di Papua jadi target operasi pengejaran

Kepolisian petakan enam kelompok KKB di Papua yang masih aktif beraksi.
swipe

Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengumumkan ada enam kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang masuk dalam target operasi pengejaran. Dua di antaranya adalah kelompok yang satu bulan terakhir membuat berbagai aksi kriminal dan teror.

"Kepolisian telah memetakan dengan sangat baik, dalam hal ini setidaknya ada enam KKB di Papua yang masih aktif beraksi di Bumi Cenderawasih, di antaranya Kelompok Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, dalam keterangan resminya, Senin (3/5).

Empat kelompok lainnya, kata Mathius, berbeda dengan dua kelompok di atas karena beberapa anggotanya sudah banyak berikrar setia pada NKRI. Aparat kepolisian, sambungnya, tetap akan menindak para teroris itu bila mereka kembali melakukan aksi kriminal.

"Aparat keamanan sebisa mungkin mengedepankan pendekatan kesejahteraan sebelum melakukan penindakan hukum," ujarnya.

Ditambahkan Mathius, langkah penegakan hukum tentunya akan mempertimbangkan agar tidak adanya konflik baru yang muncul. Oleh sebab itu, pertemuan bersama beberapa bupati dilakukan untuk mengambil strategi baru pengejaran.

"Karena kepala daerah memiliki peran sangat penting untuk bisa mendekati KKB secara kemanusiaan. Sebagai perwakilan pemerintah pusat yang dipilih langsung oleh masyarakat, para bupati memiliki hubungan emosional lebih dibandingkan dengan aparat keamanan," ucapnya.

Sebelumnya,  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menkopolhukam ) Mahfud MD mengumumkan KKB masuk dalam kategori teroris. Para anggota KKB pun akan masuk dalam DPO teroris.

Mahfud menyatakan, Polri, BIN dan TNI telah diinstruksikan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur menurut hukum. Namun, dia tetap berpesan jangan sampai menyasar masyarakat sipil di Papua.

Namun, sebagian pihak berpandangan pelabelan teroris pada KKB akan mengancam keseamatan masyarakat Papua. Belakangan, OPM mendeklarasikan bakal menyisir masyarakat pendatang di wilayah pesisir.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan