close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2019). Foto Antara/Hafidz Mubarak.
icon caption
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2019). Foto Antara/Hafidz Mubarak.
Nasional
Jumat, 20 Desember 2019 13:54

Heboh ular di pemukiman, Menkes tingkatkan distribusi serum antibisa

Distribusi serum antibisa ular ditingkatkan di wilayah dengan tingkat kemunculan ular yang tinggi.
swipe

Pemerintah akan meningkatkan ketersediaan serum antibisa ular untuk menyikapi fenomena kemunculan ular di sejumlah pemukiman warga. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pihaknya akan memetakan daerah-daerah yang menjadi lokasi kemunculan banyak ular agar penyediaan serum lebih efektif.

Dia mengatakan, tidak seluruh rumah sakit menyediakan serum antibisa ular. Hal ini disebabkan tidak semua daerah memiliki ancaman serangan ular. 

"Vaksin ular kan individual, tergantung daerahnya. Daerah mana yang paling potensi, kami dorong," kata Terawan di Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/12).

Menurutnya, pemetaan dilakukan agar pengadaan serum antibisa menjadi lebih efektif. Jika pengadaan serum dilakukan di setiap daerah, kata Terawan, akan terjadi pemborosan pada anggaran kesehatan.

"Kan ada juga daerah yang lebih potensial diserang wabah tawon, ada daerah yang kena kalajengking, itu berbeda-beda. Karena itu, kami petakan daerah yang lebih banyak terkena ular dulu. Harus tepat sasaran," ujarnya.

Di Jakarta, ada 16 rumah sakit yang menyediakan serum antibisa. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan, hanya beberapa rumah sakit saja yang menyediakan serum tersebut di wilayahnya.

"Hingga 18 Desember 2019, ada tiga rumah sakit penyedia serum antibisa ular di Jakarta Timur," kata Indra, di Jakarta, Kamis (20/12).

Tiga rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Persahabatan, RS Haji Jakarta, dan RS Adhyaksa.

Di Jakarta Pusat, serum tersedia di empat rumah sakit, yaitu RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSPAD Gatot Subroto, RSUD Tarakan, dan RS Islam Cempaka Putih.

Di Jakarta Utara, serum tersedia di RSPI Sulianti Saroso dan RS Pantai Indah Kapuk. Adapun di Jakarta Barat, masyarakat yang membutuhkan serum antibisa ular dapat mendatangi RSUD Cengkareng dan Mitra Keluarga Kalideres.

Di Jakarta Selatan, ada empat rumah sakit yang menyediakan serum antibisa. RSUP Fatmawati, RSUD Pasar Minggu, RSUD Jati Padang, dan RS Suyoto. Sementara di Kepulauan Seribu, serum antibisa ular hanya tersedia di RSUD Kepulauan Seribu. 

img
Fadli Mubarok
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan