close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay
icon caption
Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay
Nasional
Rabu, 20 April 2022 19:06

Survei serologi Sars Cov-2 Jawa-Bali Maret 2022: 99,2 % penduduk punya antibodi

Survei ini dilakukan kepada 2.100 sampel penduduk dengan cakupan masing-masing 100 sampel di 21 kabupaten/ kota terpilih.
swipe

Survei serologi Sars Cov-2 di wilayah Jawa-Bali pada Maret 2022 yang dilakukan oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menunjukkan, 99,2% penduduk telah memiliki antibodi terhadap Covid-19. Dalam penelitian ini, anggota tim adalah Iwan Ariawan, Pandu Riono, Muhammad N. Farid, Hafizah Jusril, Wiji Wahyuningsih, dan Elmarizha S. Utami.

Iwan menjelaskan survei ini dilakukan kepada 2.100 sampel penduduk dengan cakupan masing-masing 100 sampel di 21 kabupaten/ kota terpilih.

“Sebanyak 21 kabupaten atau kota di Jawa-Bali merupakan asal atau tujuan mudik. Kerangka sampel penduduk menggunakan responden terpilih pada survei-survei nasional di bulan November-Desember 2021,” ungkap Iwan dalam media briefing yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (20/4). Pengambilan sampel juga memperhatikan jenis kelamin, umur, riwayat vaksinasi, dan riwayat terdeteksi Covid-19.

Lokasi survei dilakukan di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta di semua kota administratif, kemudian Jawa Barat yang mencakup Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, dan Kota Depok. Kemudian kota-kota lain di pulau Jawa antara lain Gunung Kidul, Sidoarjo, Grobogan, dan Surabaya. Di Bali, Survei dilakukan di Kota Denpasar.

Pengukuran dilakukan denegan menggunakan metode pemeriksaan antibodi yang sama dengan sero-survei nasional pada November-Desember 2021 sehingga dapat dibandingkan hasil dengan sampel sang sama namun dalam waktu yang berbeda.

Namun, perlu diingat bahwa hasil penelitian hanya menggambarkan situasi di 21 kabupaten/ kota di Jawa-Bali yang dipilih sebagai daerah asal dan tujuan mudik. Survei menunjukkan terjadi peningkatan proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS CoV-2 sebesar 6,2% pada Maret 2022 jika dibandingkan Desember 2021.

Pandu Riono menambahkan, meskipun antibodi meningkat, masyarakat harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan di tengah pandemi yang belum selesai. Masyarakat tetap diharuskan memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan di tempat-tempat umum.

Namun demikian, imunitas penduduk di wilayah asal dan tujuan mudik di Jawa Bali yang tinggi dapat mengurangi risiko hospitalisasi atau pemenuhan rumah sakit serta kematian selama mudik Lebaran 2022.
 

img
Nadia Lutfiana Mawarni
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan