close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno dan Amien Rais memberikan keterangan pers kepada wartawan. Antara Foto
icon caption
Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno dan Amien Rais memberikan keterangan pers kepada wartawan. Antara Foto
Pemilu
Rabu, 12 Desember 2018 15:31

Tim Prabowo-Sandi kerap serang kubu Jokowi-Maruf soal ekonomi

Tim Prabowo-Sandi hanya melontarkan isu-isu permasalahan ekonomi, bukan solusi.
swipe

Tim kampanye Prabowo-Sandi disebut kerap menyerang kubu Jokowi-Maruf mengenai isu ekonomi. Dalam mengkampanyekan isu ekonomi, pasangan calon nomor urut 02 itu telah berbicara sebanyak 211 kali melalui media sosial. Jumlah perbincangan di jagat maya tersebut berbanding jauh dengan pasangan nomor urut 01. 

“Kubu Prabowo-Sandi berbicara ekonomi 211 kali. Sementara kubu Jokowi-Maruf hanya 87 kali,” kata Anwari Natari, Program Manager SatuDunia, lembaga pemantau kampanye Capres-Cawapres Pemilu 2019 di Media Center KPU, Jakarta, pada Rabu (12/12).

Meski banyak berbicara soal ekonomi, kata Anwari, tim Prabowo-Sandi hanya melontarkan isu-isu permasalahan ekonomi semata. Misalnya, terkait harga-harga kebutuhan pokok yang tidak stabil. Kemudian menyoroti kinerja pemerintah yang tidak seimbang dalam ekspor-impor, dan janji pemerintah yang akan memberantas mafia impor di Indonesia.

Padahal, kata Anwari, yang dibutuhkan masyarakat selaku pemilik suara adalah solusi mengenai permasalahan-permasalahan ekonomi yang disebutkannya itu. Seharusnya isu ekonomi yang dilontarkan kubu Prabowo-Sandi dibarengi dengan paparan kebijakan strategis yang akan dilakukan jika mereka terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. 

Tidak jauh berbeda dengan Prabowo-Sandi, pasangan Jokowi-Maruf dalam mengkampanyekan isu ekonomi di media sosial juga lebih banyak membicarakan hasil kerja yang sudah dilakukan Jokowi selama 4 tahun menjabat sebagai Presiden. Terutama mengenai pembangunan infrastruktur yang saat ini marak dikerjakan pemerintah.

“Kubu Jokowi-Maruf hanya mengemukakan pembangunan yang sudah dikerjakan, tetapi belum bisa menghapus ketimpangan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Anwari, ketidakjelasan kebijakan mengenai ekonomi oleh masing-masing paslon akhirnya tidak melahirkan perdebatan yang subtantif di media sosial. Perdebatan yang muncul di media social disebut Anwari hanya seperti debat kusir yang tidak mencerdaskan publik secara politik. 

Selain isu ekonomi, kedua paslon juga kerap mengkampanyekan isu tentang demokrasi dan Hak Asasi Manusia di media social. Dari kampanye di media sosial itu, lagi-lagi kubu Prabowo-Sandi yang paling aktif. 

"Kubu oposisi yang lebih aktif bicara tentang pelanggaran HAM dan demokrasi, kriminalisasi terhadap ulama, atau ada orang yang belum mendapatkan kartu suara," katanya. 

“Pasangan Jokowi-Maruf membicarakan masalah HAM dan demokrasi sebanyak 124 kali, sementara itu Pasangan Prabowo-Sandi sebanyak 184 kali.”

Adapun penelitian yang dilakukan SatuDunia terkait kampanye masing-masing capres dan cawapres di media sosial dilakukan sejak masa kampanye dimulai, yakni 23 September 2018 hingga 11 Desember 2018.

img
Robi Ardianto
Reporter
img
Tito Dirhantoro
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan