Seorang komedian India yang populer karena humor politiknya yang pedas sedang diselidiki atas kemungkinan pencemaran nama baik atas lelucon yang dibuat tentang seorang pemimpin negara bagian India yang merupakan sekutu Perdana Menteri Narendra Modi. Kasus ini semakin memicu pertanyaan tentang kebebasan berbicara di negara tersebut.
Polisi di kota Mumbai bagian barat membuka penyelidikan terhadap Kunal Kamra pada hari Senin atas sandiwara komedi yang merujuk pada Eknath Shinde, pemimpin tertinggi kedua yang dipilih di negara bagian Maharashtra, menyusul pengaduan yang diajukan oleh seorang politisi dari partai Shiv Sena yang dipimpin Shinde.
Kamra telah membuat pernyataan tersebut dalam sandiwara komedi, tetapi tidak jelas kapan pertunjukan itu berlangsung.
Klip video sandiwara yang diunggah Kamra di profil Instagram-nya pada hari Minggu menunjukkan dia mengejek Shinde dalam sebuah lagu parodi. Penggunaan istilah "pengkhianat" oleh Kamra khususnya memicu para pekerja partai Shiv Sena dan pada hari Minggu mereka menggeledah studio tempat dia mementaskan sandiwara tersebut.
Polisi juga sedang menyelidiki vandalisme tersebut.
Seorang anggota parlemen dari partai tersebut pada hari Minggu mengancam Kamra, dengan mengatakan dia akan dikejar oleh para pekerja partai di seluruh negeri. "Anda akan dipaksa meninggalkan India," anggota parlemen Naresh Mhaske memperingatkan Kamra dalam sebuah pesan video.
Shinde sendiri belum berkomentar tentang masalah tersebut.(washingtontimes)